Tampilkan postingan dengan label Artikel Perikanan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel Perikanan. Tampilkan semua postingan

Pemeliharaan Larva dan Panen Bibit Lele Sangkuriang

Pemeliharaan Larva dan Panen Bibit Lele Sangkuriang
Pemeliharaan larva atau bibit ikan lele sangkuriang pasca penetasan telur dilakukan pada hapa penetasan telur yang dialiri air dan dilengkapi dengan aerasi yang tidak terlalu kencang agar larva atau bibit lele sangkuriang tidak teraduk. Pemeliharaan larva lele dalam happa dilakukan selama (4-5) hari tanpa diberi pakan, karena larva lele pada saat itu masih memanfaatkan kuning telur yang ada dalam tubuh larva lele itu sendiri.

Memasuki hari ke-5 dan seterusnya kuning telur dalam tubuh larva telah habis, larva selanjutnya dipindahkan ke dalam bak fiber untuk dipelihara lebih lanjut. Pemeliharan larva dalam bak fiber dilakukan sejak ikan memasuki umur 5 hari hingga 21 hari. Larva dipelihara dalam bak fiber berukuran 4 m x 2 m x 0,8 m dan diisi air sebanyak 1/2 dari tinggi bak dengan padat tebar 15.625 ekor/ m3. Jadi jumlah penebaran larva dalam bak fiber sebanyak 100.000 ekor. 

Selama dalam pemeliharaan di dalam fiber, larva umur 5 hari diberi pakan cacing sutra (tubifex sp). Sebelum diberikan, cacing sutra tersebut dicincang terlebih dahulu. Hal itu dilakukan karena ukuran bukaan mulut ikan yang masih kecil. Pemberian cacing sutra cincang diberikan hingga larva berumur 12 hari. Jumlah pakan yang diberikan sebanyak 50 gr setiap kali pemberian pakan pada pagi dan sore hari. Setelah ikan berumur lebih dari 12 hari selanjutnya larva ikan diberi pakan cacing sutra utuh dengan jumlah pakan sebanyak 75 gr setiap kali pemberian pakan pada pagi dan sore hari. Pemberian pakan, selama masa pemeliharaan larva lele sangkuriang diberikan pakan alami dan pakan tambahan. Menurut Mujiman (2000), Pemberian pakan alami disesuaikan dengan ukuran benih. Biasanya efektivitas pertumbuhan benih yang memakan plankton alami berkisar (2–3) minggu sejak ditebar ke kolam. Pakan tambahan diberikan dengan dosis 3% – 5% dari bobot populasi ikan dan diberikan dua sampai tiga kali sehari, pemberiannya dimulai sejak hari kedua setelah benih ditebar.

Untuk mempertahankan kelangsungan hidup larva, maka lingkungan yang baik harus tetap terjaga. Menurut Lukito (2002), dalam kegiatan pengontrolan kualitas air meliputi pergantian air dengan pengaturan volume air dan penyiponan. Pengelolaan kualitas air dilakukan dengan melakukan penyifonan bak pemeliharaan larva setiap pagi hari sebelum pemberian pakan dan penggantian air sebanyak 50%. Penyifonan dilakukan untuk membersihkan sisa-sisa pakan dan kotoran yang terdapat di dasar bak pemeliharaan larva. Sedangkan untuk menambah oksigen terlarut dalam bak pemeliharaan larva, air dalam bak pemeliharaan diberikan aerasi secara terus menerus.

Meskipun kondisi ikan dalam kondisi yang baik, selama dalam pemeliharaan, larva ikan lele sangkuriang tetap diberikan perawatan sebagai upaya pengendalian hama penyakit untuk pencegahan. Menurut Lukito (2004), kegiatan pengendalian hama penyakit meliputi pencegahan dan pengobatan. Tindakan pencegahan yang dilakukan dengan memberikan garam sebanyak 3 kg dalam 3,2 m3 air (1 ppt).

Larva yang telah berumur 21 hari warna tubuhnya tampak kehitaman dan sudah menyebar dipermukaan air, hal ini menandakan bahwa larva siap dipanen untuk langsung dijual atau ditebar ke kolam pendederan yang sudah disiapkan sebelumnya. Pemanenan larva atau bibit lele didahului dengan menutup saluran pemasukan air dan membuka outlet. Kemudian pada pipa outlet dipasang seser halus untuk menampung benih. Menurut Prihartono dkk (2000), larva lele sangkuriang umur satu minggu telah siap untuk dipanen. Selama kegiatan pemanenan perlu adanya perlakuan tertentu karena lele sangkuriang merupakan jenis ikan yang tidak bersisik, tetapi tubuhnya berlendir. Oleh karena tidak bersisik maka tubuhnya sangat mudah mengalami lecet dan luka. Lecet atau luka pada lele sangkuriang dapat disebabkan oleh penggunaan peralatan yang sembarangan, cara panen yang kurang baik dan waktu panen yang kurang tepat. 

Larva diangkat atau dipindahkan dengan menggunakan beker glass berukuran 100 ml ke dalam baskom penampungan atau langsung dipacking ke dalam kantong plastik berukuran 40 cm x 60 cm dua rangkap dan telah diisi air sebanyak (4 – 6) liter, kemudian diberi oksigen sebanyak 2/3 dan diikat dengan menggunakan karet gelang. Kepadatan larva per kantong tergantung jarak pengangkutan atau permintaan dari pembeli. Tapi biasanya berkisar antara (15.000 – 30.000) ekor larva dalam setiap kantong. Setelah packing, benih siap dikirim ke tempat yang dituju.

Bersumber dari livebeta.kaskus.us dengan perubahan

BUDIDAYA IKAN BAWAL YANG MUDAH

BUDIDAYA IKAN BAWAL YANG MUDAH
Anda tahu Ikan Bawal, ada yang menarik dari jenis ikan ini. Ikan bawal ternyata tidak hanya terdapat di laut namun ada juga ikan bawal air tawar. Ikan yang rasanya gurih dan lezat ini hampir disukai oleh semua orang. Peluang usaha yang menarik untuk di kembangkan. Banyak peluang usaha yang dapat di gali dari ikan bawal air tawar ini, dari mulai pembenihan / pembibitan, pembesaran, perdagangan sampai pengolahan lanjutan dari ikan segar. Namun untuk kali ini kita akan lebih fokus pada pembesaran ikan bawal air tawar.

Usaha pembesaran dilakukan dengan maksud untuk memperoleh ikan ukuran konsumsi atau ukuran yang disenangi oleh konsumen. Pembesaran ikan bawal dapat dilakukan di kolam tanah maupun kolam permanen, baik secara monokultur maupun polikultur. Bawal air tawar saat ini banyak diminati sebagai ikan konsumsi dan cocok. Ikan Bawal mempunyai beberapa keistimewaan antara lain :

  • Pertumbuhannya cukup cepat
  • Nafsu makan tinggi serta termasuk pemakan segalanya (OMNIVORA) yang condong lebih banyak makan dedaunan
  • Ketahanan yang tinggi terhadap kondisi limnologis yang kurang baik
  • Disamping itu rasa dagingnya pun cukup enak, hampir menyerupai daging ikan Gurami

Langkah mudah budidaya ikan bawal
PERSIAPAN KOLAM
- Kolam untuk pemeliharaan ikan bawal dipersiapkan seperti halnya ikan air tawar lainnya. Persiapan kolam ini dimaksudkan untuk menumbuhkan makanan alami dalam jumlah yang cukup. Mula-mula kolam dikeringkan sehingga tanah dasarnya benar-benar kering.

Tujuan pengeringan tanah dasar antara lain :
Membasmi ikan-ikan liar yang bersifat predator atau kompetitor (penyaing makanan).
Mengurangi senyawa-senyawa asam sulfida (H2S) dan senyawa beracun lainnya yang terbentuk selama kolam terendam.
Memungkinkan terjadinya pertukaran udara (aerasi) dipelataran kolam, dalam proses ini gas-gas oksigen (02) mengisi celah-celah dan pori-pori tanah.

- Sambil menunggu tanah dasar kolam kering, pematang kolam diperbaiki dan diperkuat untuk menutup kebocoran-kebocoran yang ada.
- Setelah dasar kolam benar-benar kering dasar kolam perlu dikapur dengan kapur tohor maupun dolomit dengan dosis 25 kg per 100 meter persegi. Hal ini untuk meningkatkan pH tanah, juga dapat untuk membunuh hama maupun patogen yang masih tahan terhadap proses pengeringan.
- Kolam pembesaran tidak mutlak harus dipupuk. Ini dikarenakan makanan ikan bawal sebagian besar diperoleh dari makanan tambahan atau buatan. Tapi bila dipupuk dapat menggunakan pupuk kandang 25 – 50 kg/100 m2 dan TSP 3 kg/100 m2. Pupuk kandang yang digunakan harus benar-benar yang sudah matang, agar tidak menjadi racun bagi ikan.
- Setelah pekerjaan pemupukan selesai, kolam diisi air setinggi 2-3 cm dan dibiarkan selama 2-3 hari, kemudian air kolam ditambah sedidit demi sedikit sampai kedalaman awal 40-60 cm dan terus diatur sampai ketinggian 80-120 cm tergantung kepadatan ikan. Jika warna air sudah hijau terang, baru benih ikan ditebar (biasanya 7-10 hari setelah pemupukan).

PEMILIHAN DAN PENEBARAN BENIH.
- Pemilihan benih.
Pemilihan benih mutlak penting, karena hanya dengan benih yang baik ikan akan hidup dan tumbuh dengan baik.
Adapun ciri-ciri benih yang baik antara lain Sehat, Anggota tubuh lengkap, Aktif bergerak, Ukuran seragam, tidak cacat, Tidak membawa penyakit, jenis unggul.

- Penebaran benih
Sebelum benih ditebar perlu diadaptasikan, dengan tujuan agar benih ikan tidak dalam kondisi stress saat berada dalam kolam. Cara adaptasi : ikan yang masih terbungkus dalam plastik yang masih tertutup rapat dimasukan kedalam kolam, biarkan sampai dinding plastik mengembun. Ini tandanya air kolam dan air dalam plastik sudah sama suhunya, setelah itu dibuka plastiknya dan air dalam kolam masukkan sedikit demi sedikit kedalam plastik tempat benih sampai benih terlihat dalam kondisi baik. Selanjutnya benih ditebar/dilepaskan dalam kolam secara perlahan-lahan.

KUALITAS PAKAN DAN CARA PEMBERIAN
Kualitas dan kuantitas pakan sangat penting dalam budidaya ikan, karena hanya dengan pakan yang baik ikan dapat tumbuh dan berkembang sesuai dergan yang kita inginkan. Kualitas pakan yang baik adalah pakan yanq mempunyai gizi yang seimbang baik protein, karbohidrat maupun lemak serta vitamin dan mineral. Karena ikan bawal bersifat omnivora maka makanan yang diberikan bisa berupa daun-daunan maupun berupa pelet. Pakan diberikan 3-5 % berat badan (perkiraan jumlah total berat ikan yang dipelihara). Pemberian pakan dapat ditebar secara langsung.

PANEN IKAN BAWAL
Pemungutan hasil usaha pembesaran dapat dilakukan setelah ikan bawal dipelihara 4-6 bulan, waktu tersebut ikan bawal telah mencapai ukuran kurang lebih 500 gram/ekor, dengan kepadatan 4 ekor/m2 . Biasanya alat yang digunakan berupa waring bemata lebar. Ikan bawal hasil pemanenan sebaiknya penampungannya dilakukan ditempat yang luas (tidak sempit) dan keadaan airnya selalu mengalir.

CARA BUDIDAYA UDANG WINDU

tipspetani : cara berternak udang windu

cara berternak udang windu dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :

penyiapan sarana serta peralatan
syarat konstruksi tambak menurut cara berternak udang windu :

1 ) tahan terhadap damparan ombak besar, angin kencang serta banjir. jarak minimum pertambakan dari pantai yakni 50 meter atau minimum 50 meter dari bantara sungai.

2 ) lingkungan tambak beserta airnya kudu cukup baik buat kehidupan udang sampai dapat tumbuh normal sejak ditebarkan sampai dipanen.


3 ) tanggul kudu padat serta kuat tidak bocor atau merembes serta tahan terhadap erosi air.

4 ) design tambak kudu sesuai serta mudah buat operasi sehari-hari, sampai menghemat tenaga.

5 ) cocok dengan daya dukung area yang ada.

6 ) melindungi kebersihan serta kesehatan hasil produksinya.

7 ) saluran pemasuk air terpisah dengan pembuangan air. teknik pembuatan tambak dibagi di dalam tiga sistem yang cocok dengan letak, biaya, serta operasi pelaksanaannya, yaitu tambak ekstensif, semi intensif, serta intensif.

tambak ekstensif atau tradisional menurut

a ) dibangun di area pakai surut, yang umumnya berupa rawa-rawa bakau, atau rawa-rawa pakai surut bersemak serta rerumputan.

b ) wujud serta ukuran petakan tambak tidak teratur.

c ) luasnya pada 3-10 ha per petak.

d ) tiap-tiap petak mempunyai saluran keliling ( caren ) yang lebarnya 5-10 m di sepanjang keliling petakan sebelah di dalam. di bagian masih juga dibikin caren dari sudut ke sudut ( diagonal ). kedalaman caren 30-50 cm lebih di dalam dari bagian sekitarnya yang disebut pelataran. bagian pelataran hanya dapat diisi sedalam 30-40 cm saja.

e ) di masih petakan dibikin petakan yang lebih kecil serta dangkal buat mengipur nener yang baru datang selama 1 bln..

f ) delain itu ada kian lebih satu type tambak tradisional, misalnya type corong serta type taman yang dikembangkan di sidoarjo, jawa timur.

g ) pada tambak ini tidak ada pemupukan.

tambak semi intensif

a ) wujud petakan umumnya empat persegi panjang dengan luas 1-3 ha/petakan.

b ) setiap petakan mempunyai pintu pemasukan ( inlet ) serta pintu pengeluaran ( outlet ) yang terpisah buat keperluan penggantian air, penyiapan kolam sebelum akan ditebari benih, serta pemanenan.

c ) satu caren diagonal dengan lebar 5-10 m menyerong dari pintu ( pipa ) inlet ke arah pintu ( pipa ) outlet. basic caren miring ke arah outlet buat meringankan pengeringan air serta pengumpulan udang pada waktu panen.

d ) kedalaman caren selisih 30-50 cm dari pelataran.

e ) kedalaman air di pelataran hanya 40-50 cm.

f ) ada juga petani tambak yang buat caren di lebih kurang pelataran.

tambak intensif

a ) petakan berukuan 0, 2-0, 5 ha/petak, supaya pengelolaan air serta pengawasannya lebih mudah.

b ) kolam/petak pemeliharaan dapat dibikin dari beton seluruhnya atau dari tanah layaknya biasa. atau dinding dari tembok, tetapi basic masih tanah.

c ) umumnya berbentuk bujur sangkar dengan pintu pembuangan didalam serta pintu panen type monik di pematang saluran buangan. bentuk serta konstruksinya menyerupai tambak semi intensif bujur sangkar.

d ) lantai basic dipadatkan sampai keras, dilapisi oleh pasir/kerikil. tanggul biasanya dari tembok, masih air laut serta air tawar dikombinasi di dalam bak pencampur sebelum akan masuk di dalam tambak.

e ) ppipa pembuangan air hujan atau kotoran yang terbawa angin, dipasang mati di sudut petak.

f ) diberi aerasi buat menambah kandungan o2 di dalam air.

g ) penggantian air yang amat sering dimungkinkan oleh penggunaan pompa.
adapun prasarana yang diperlukan di dalam budidaya udang tambak meliputi :

petakan tambak

a ) baiknya dibikin di dalam bentuk unit. setiap satu unit tambak pengairannya datang dari satu pintu besar, yaitu pintu air utama atau laban. satu unit tambak terdiri dari tiga macam petakan : petak pendederan, petak glondongan ( buyaran ) serta petak pembesaran dengan perbandingan luas 1 :9 :90.

b ) tak hanya itu, juga ada petakan pembagi air, yang yaitu bagian yang terdalam. dari petak pembagi, masing-masing petakan terima bagian air buat pengisiannya. setiap petakan kudu mempunyai pintu air sendiri, yang diberi nama pintu petakan, pintu sekunder, atau tokoan. petakan yang berbentuk layaknya saluran disebut juga saluran pembagi air.

c ) tiap-tiap petakan terdiri dari caren serta pelataran.

pematang/tanggul

a ) ada dua macam pematang, yaitu pematang utama serta pematang pada.

b ) pematang utama yaitu pematang keliling unit, yang membuat perlindungan unit yang terkait dari efek luar. tingginya 0, 5 m di atas permukaan air pakai sangat tinggi. lebar bagian atasnya kurang lebih 2 m. bagian luar dibikin miring dengan kemiringan 1 :1, 5. tetapi buat bagian pematang bagian di dalam kemiringannya 1 :1.

c ) pematang pada yaitu pematang yang membatasi petakan yang satu dengan yang lain di dalam satu unit.

d ) ukurannya bergantung keadaan setempat, misalnya : tinggi 1-2 m, lebar bagian atas 0, 5-1, 5. sisi-sisinya dibikin miring dengan kemiringan 1 :1. pematang dibikin menggali saluran keliling yang jaraknya dari pematang 1 m. jarak tersebut biasa disebut berm.

saluran serta pintu air

a ) saluran air kudu cukup lebar serta di dalam, bergantung keadaan setempat, lebarnya berkisar pada 3-10 m serta dalamnya seandainya amat barangkali sejajar dengan permukaan air surut terrendah. sepanjang tepiannya ditanami pohon bakau lantas pelindung.

b ) ada dua macam pintu air, yaitu pintu air utama ( laban ) serta pintu air sekunder ( tokoan/pintu air petakan ).

c ) pintu air bertindak lantas saluran keluar masuknya air dari serta ke di dalam tambak yang terhitung di dalam satu unit.

d ) lebar mulut pintu utama pada 0, 8-1, 2 m, tinggi serta panjang cocok dengan tinggi serta lebar pematang. dasarnya lebih rendah dari basic saluran keliling, serta sejajar dengan basic saluran pemasukan air.

e ) bahan pembuatannya salah satunya : pasangan semen, atau bahan kayu ( kayu besi, kayu jati, kayu kelapa, kayu siwalan, dan sebagainya )

f )setiap pintu dilengkapi dengan dua deretan papan penutup serta salah satunya diisi tanah yang disebut lemahan.

g )pintu air dilengkapi dengan saringan, yaitu saringan luar yang menghadap ke saluran air serta saringan di dalam yang menghadap ke petakan tambak. saringan terbuat dari kere bambu, serta buat saringan di dalam dilapisi plastik atau ijuk.

pelindung :

a ) jadi bahan pelindung pada pemeliharaan udang di tambak, dapat dipasang rumpon yang terbuat dari ranting kayu atau dari daun-daun kelapa kering. pohon peneduh di sepanjang pematang juga dapat dipakai lantas pelindung.

b ) rumpon dipasang dengan jarak 6-15 m di tambak. rumpon bertindak juga buat menghindar hanyutnya kelekap atau lumut, sampai menumpuk pada diantara sudut lantaran tiupan angin.

pemasangan kincir :

a ) kincir biasanya dipasang setelah pemeliharaan 1, 5-2 bln., lantaran udang sudah cukup kuat terhadap pengadukan air.

b ) kincir dipasang 3-4 unit/ha. daya kelarutan o2 ke di dalam air dengan pemutaran kincir itu menggapai 75-90%.

pembibitan

menyiapkan benih ( benur )
benur/benih udang bisa didapat dari area pembenihan ( hatchery ) atau dari alam. di alam ada dua macam golongan benih udang windu ( benur ) menurut ukurannya, yaitu :

a ) benih yang masih halus, yang disebut post larva.
ada tepidi tepi-tepi pantai. hidupnya berupa pelagis, yaitu berenang dekat permukaan air. warnanya coklat kemerahan. panjang 9-15 mm. cucuk kepala lurus atau sedikit melengkung layaknya huruf s dengan bentuk keseluruhan layaknya jet. ekornya membentang layaknya kipas.

b ) benih yang sudah besar atau benih kasar yang disebut juvenil.
biasanya telah memasuki muara sungai atau terusan. hidupnya berupa benthis, yaitu suka berdiam dekat basic perairan atau kadang-kadang melekat pada benda yang terendam air. sungutnya berbelang-belang selangseling coklat serta putih atau putih serta hijau kebiruan. badannya berwarna biru kehijauan atau kecoklatan sampai kehitaman. pangkal kaki renang berbelang-belang kuning biru.

langkah penangkapan benur :

a ) benih yang halus ditangkap memakai alat belabar serta seser.
- belabar yakni rangkaian memanjang dari ikatan-ikatan daun pisang kering, rumput-rumputan, merang, ataupun beberapa bahan yang lain.
- aktivitas penangkapan ditangani apabila air pakai.
- belabar dipasang tegak lurus pantai, dikaitkan pada dua buah patok, sampai terayun-ayun di permukaan air pakai.
- atau hanya diikatkan pada patok di diantara ujungnya, masih ujung yang lain ditarik oleh si penyeser sambil dilingkarkan mendekati ujung yang terikat. setelah lingkaran cukup kecil, penyeseran ditangani di kurang lebih belabar.

b ) benih kasar ditangkapi dengan alat seser juga dengan langkah selekasnya diseser atau dengan alat bantu rumpon-rumpon yang dibikin dari ranting pohon yang ditancapkan ke basic perairan. penyeseran ditangani di kurang lebih rumpon.

pembenihan dengan alami ditangani dengan langkah mengalirkan air laut ke di dalam tambak. biasanya ditangani oleh petambak tradisional.
benih udang/benur yang didapat dari pembibitan sebaiknya benur yang bermutu baik. adapun sifat serta ciri benur yang bermutu baik yang didapat dari area pembibitan yakni :

a )umur serta ukuran benur kudu seragam.
b ) apabila dikejutkan benur sehat akan melentik.
c ) benur berwarna tidak pucat.
d ) badan benur tidak bengkok serta tidak cacat.

perlakuan serta perawatan benih

a )langkah pemeliharaan dengan sistem kolam terpisah pemeliharaan larva yang baik yakni dengan sistem kolam terpisah, yaitu kolam diatomae, kolam induk, serta kolam larva dipisahkan.

- kolam diatomae
diatomae buat makanan larva udang yang yaitu hasil pemupukan yakni spesies chaetoceros, skeletonema serta tetraselmis di dalam kolam volume 1000-2000 liter.
spesies diatomae yang agak besar diberikan pada larva periode mysis, walau lebih senang zooplankton.

- kolam induk
kolam yang berukuran 500 liter ini diisi induk udang mempunyai kandungan telur yang diperoleh dari laut/nelayan. telur biasanya keluar pada malam hari. telur yang sudah dibuahi serta sudah menetas lantas nauplius, dipindahkan.
- kolam larva
kolam larva berukuran 2. 000-80. 000 liter. artemia/zooplankton diambil dari kolam diatomae serta diberikan pada larva udang mysis serta post larva ( pl5-pl6 ).
artemia kering serta udang kering diberikan pada larva periode zoa sampai ( pl6 ). larva periode pl5-pl6 dipindah ke petak buyaran dengan kepadatan 32-1000 ekor/m2, yang setiap kalidiberi makan artemia atau makanan buatan, lalu pl20-pl30 benur dapat dijual atau ditebar ke di dalam tambak.

b ) langkah pengipukan/pendederan benur di petak pengipukan

- petak pendederan benur yaitu sebagian dari petak pembesaran udang ( ± 10% dari luas petak pembesaran ) yang terletak di diantara sudutnya dengan kedalaman 30-50 cm, suhu 26-31derajat c serta kandungan garam 5-25 permil.
- petak terbuat dari daun kelapa atau daun nipah, agar benur yang masih lemah terlindung dari terik matahari atau hujan.
- benih yang baru datang, diaklitimasikan dulu. benih dimasukkan di dalam bak plastik atau bak kayu yang diisi air yang kandungan garam serta suhunya hampir sama saja dengan keadaan selama pengangkutan. lalu dengan berangsur-angsur air tersebut dikeluarkan serta diganti dengan
air dari petak pendederan.
- kepadatan pada petak ini 1000-3000 ekor. pakan yang diperoleh berupa campuran telur ayam rebus serta daging udang atau ikan yang dihaluskan.
- pakan tambahan berupa pellet udang yang dihaluskan. pemberian pelet ditangani sebanyak 10-20 % kali jumlah berat benih udang /hari serta diberikan pada sore hari. berat benih halus ± 0, 003 gram serta berat benih kasar ± 0, 5-0, 8 g.
- pellet dapat terbuat dari tepung rebon 40%, dedak halus 20 %, bungkil kelapa 20 %, serta tepung kanji 20%.
- pakan yang diperlukan : secangkir pakan buat petak pengipukan /pendederan seluas 100 m2 atau buat 100. 000 ekor benur serta diberikan 3-4 kali 1 hari.

c ) langkah pengipukan di dalam hapa

- hapa yakni kotak yang dibikin dari jaring nilon dengan mata jaring 3-5 mm agar benur tidak dapat lolos.
- hapa dipasang terendam serta tidak menyentuh basic tambak di dalam petak-petak tambak yang pergantian airnya mudah ditangani, dengan langkah mengikatnya pada tiang-tiang yang ditancamkan di basic petak tambak itu. kian lebih satu buah hapa dapat dipasang berderet-deret pada satu petak tambak.
- ukuran hapa dapat sesuai dengan kehendak, misalnya panjang 4- 6 m, lebar 1-1, 5 m, tinggi 0, 5-1 m.
- kepadatan benur di dalam hapa 500-1000 ekor/m2.
- pakan benur dapat berbentuk kelekap atau lumut-lumut dari petakan tambak di sekitarnya. dapat juga diberi pakan buatan berupa pelet udang yang dihancurkan dulu lantas serbuk.
- lama pemeliharaan benur di dalam ipukan 2-4 minggu, sampai panjangnya 3-5 cm dengan persentase hidup 70-90%.
- jaring lantas dinding hapa kudu dibersihkan 1 minggu sekali.
- hapa amat berguna untuk petani tambak, yaitu buat area aklitimasi benur, atau setiap waktu dipergunakan menyimpan ikan atau udang yang dikehendaki agar terus hidup.

d ) langkah pengangkutan :

pengangkutan menggunakan kantong plastik :
- kantong plastik yang berukuran panjang 40 cm, lebar 35 cm, serta tidak tidak tebal 0, 008 mm, diisi air 1/3 bagian serta diisi benih 1000 ekor.
- kantong plastik diberi zat asam sampai menggelembung serta diikat dengan tali.
- kantong plastik tersebut dimasukkan di dalam kotak kardus yang diberi styrofore foam lantas penahan panas serta kantong plastik kecil yang diisi pecahan-pecahan es kecil yang jumlahnya 10% dari berat airnya.
- benih dapat diangkut pada suhu 27-30 derajat c selama 10 jam perjalanan dengan angka kematian 10-20%.
pengangkutan memakai jerigen plastik :
- jerigen yang digunakan yang berukuran 20 liter.
- jerigen diisi air 1/2 bagiannya serta sebagian lagi diisi zat asam bertekanan lebih.
- jumlah benih yang dapat diangkut pada 500-700 ekor/liter. selama 6- 8 jam perjalanan, angka kematiannya kurang lebih 6%.
- didalam perjalanan jerigen kudu ditidurkan, agar permukaannya lantas luas, sampai benurnya tidak bertumpuk.
- untuk turunkan suhunya bisa memakai es batu.

e ) waktu penebaran benur

sebaiknya benur ditebar di tambak pada waktu yang teduh.

3. pemeliharaan pembesaran

pemupukan
pemupukan mempunyai tujuan buat mendorong perubahan makanan alami, yaitu : kelekap, lumut, plankton, serta bentos.
langkah pemupukan :

a ) untuk perubahan kelekap

-tanah yang sudah rata serta dikeringkan ditaburi dengan dedak kasar sebanyak 500 kg/ha.
- lantas ditaburi pupuk kandang ( kotoran ayam, kerbau, kuda, dan sebagainya ), atau pupuk kompos sebanyak 1000 kg/ha.
- tambak diairi sampai 5-10 cm, dibiarkan tergenang serta menguap sampai kering.
- seterusnya tambak diairi lagi sampai 5-10 cm, serta ditaburi pupuk kandang atau pupuk kompos sebanyak 1000 kg/ha.
- pada saat itu ditambahkan juga pupuk anorganik, yaitu urea 75 kg/ha serta tsp ( triple super phosphate ) 75 kg/ha.
- setelah 5 hari lalu, kelekap mulai tumbuh. air dapat ditinggikan lagi dengan berangsur-angsur, sampai dalamnya 40 cm di atas pelataran. serta benih udang dapat dilepaskan.
- sepanjang pemeliharaan, diadakan pemupukan susulan sebanyak 1-2 kali 1 bln. memakai urea 10-25 kg/ha serta tsp 5-15 kg/ha.

b ) untuk perubahan lumut

tanah yang telah dikeringkan, diisi air buat melembabkannya, lalu ditanami bibit lumut yang ditancapkan ke di dalam lumpur.
- air dimasukkan sampai setinggi 20 cm, lalu dipupuk dengan urea 14 kg/ha serta tsp 8 kg/ha.
- air ditinggikan sampai 40 cm setelah 1 minggu.
- mulai minggu ke-2, setiap 1 minggu dipupuk lagi dengan urea serta tsp, masing-masing 10 takaran pada awalnya.

- lumut yang kurang pupuk akan berwarna kekuningan, tetapi yang dipupuk akan berwarna hijau rumput yang segar. lumut yang amat lebat akan beresiko untuk udang, oleh lantaran itu lumut hanya digunakan buat pemeliharaan udang yang dikombinasi dengan ikan yang lain.

untuk perkembangan diatomae

-jumlah pupuk nitrogen ( n ) serta pupuk fosfor ( p ) inginkan perbandingan kurang lebih 30 :1. apabila perbandingannya mendekati 1 :1, yang tumbuh yakni dinoflagellata.
- jadi sumber n, pupuk memiliki kandungan nitrat makin baik daripada pupuk memiliki kandungan amonium, lantaran dapat terlarut lebih lama di dalam air.

- misal pupuk :
* urea-co( nh2 )2 : prosentase n=46, 6.
* amonium sulfat-za-( nh4 )2so4 : prosentase n=21.
* amonium chlorida-nh4cl : prosentase n=25
* amonium nitrat-nh4no3 : prosentase n=37
* kalsium nitrat-ca( no3 )2 : prosentase n=17
* double superphosphate-ca( h2po4 ) : prosentase p=26
* triple superphosphate-p2o5 : prosentase p=39

- pemupukan diulangi sebanyak berapakah kali, sedikit untuk sedikit setiap 7-10 hari sekali.

-pemupukan pertama, digunakan 0, 95 ppm n serta 0, 11 ppm p. apabila luas tambak 1 ha serta tinggi air rata-rata 60 cm, membutuhkan 75-150 kg pupuk urea serta 25-50 kg tsp.

- perkembangan plankton diamati dengan secci disc. perubahan cukup seandainya pada kedalaman 30 cm, secci disc sudah tampak.

- takaran pupuk dikurangi seandainya secci disc tidak terlihat pada kedalaman 25 cm. tetapi apabila secci disc tidak tampak pada kedalaman 35 cm, lantas takaran pupuk perlu ditambah.

pemberian pakan

makanan buat tiap-tiap periode kehidupan udang berbeda-beda. makanan udang yang dapat dipakai di dalam budidaya terdiri dari :

a )makanan alami :

- burayak tingkat mysis, makanannya plankton hewani, protozoa, rotifera, ( branchionus ), anak tritip ( balanus ), anak kutu air ( copepoda ), dan sebagainya.
- burayak tingkat post larva ( pl ), serta udang muda ( juvenil ), tidak cuma makanan di atas juga makan diatomaee serta cyanophyceae yang tumbuh di basic perairan ( bentos ), anak tiram, anak tritip, anak udanngudangan ( crustacea ) selainnya, cacing annelida dan juga detritus ( sisa hewan serta tumbuhan yang membususk ).
- udang dewasa, makanannya daging binatang lunak atau mollusca ( kerang, tiram, siput ), cacing annelida, yaitut cacing pollychaeta, udang-udangan, anak serangga ( chironomus ), dan sebagainya.
- didalam usaha budidaya, udang dapat makan makanan alami yang tumbuh di tambak, yaitu kelekap, lumut, plankton, serta bentos.

b ) makanan tambahan

makanan tambahan biasanya dibutuhkan setelah waktu pemeliharaan 3 bln.. makanan tambahan tersebut dapat berbentuk :

-dedak halus dikombinasi cincangan ikan rucah.
- dedak halus dikombinasi cincangan ikan rucah, ketam, siput, serta udangudangan.
- kulit kerbau atau sisa pemotongan ternak yang lain. kulit kerbau dipotong-potong 2, 5 cm2, lalu ditusuk sate.
- sisa-sisa pemotongan katak.
-bekicot yang telah dipecahkan kulitnya.
- makanan anak ayam.
- daging kerang serta remis.
- trisipan dari tambak yang dikumpulkan serta dipech kulitnya.

c ) makanan buatan ( pelet ) :

-tepung kepala udang atau tepung ikan 20 %.
-dedak halus 40 %.
- tepung bungkil kelapa 20 %.
- tepung kanji 19 %.
- pfizer premix a atau azuamix 1 %.

langkah pembuatan :

-tepung kanji diencerkan dengan air secukupnya, lantas dipanaskan sampai mengental.

-beberapa bahan yang dicampurkan dengan kanji diaduk-aduk serta diremas-remas sampai merata.

- sesudah merata, dibentuk bulat-bulat serta digiling dengan alat penggiling daging. hasil gilingan dijemur sampai kering, lalu diremas-remas sampai patah-patah sepanjang rata-rata 1-2 cm.
takaran ransum udang serta langkah pemberian pakan :

a )udang diberi pakan 4-6 x 1 hari sedikit untuk sedikit.
b ) jumlah pakan yang diperoleh pada benur 15-20% dari berat tubuhnya /hari.
c ) jumlah pakan udang dewasa kurang lebih 5-10% berat tubuhnya/ hari.
d ) pemberian pakan ditangani pada sore hari makin baik.

pemeliharaan kolam/tambak

a )penggantian air. pembuangan air sebaiknya melalui bagian bawah, lantaran bagian ini yang kondisinya amat jelek. tetapi apabila air tambak tertutup air hujan yang tawar, pembuangannya me

b ) pengadukan dengan mekanis ( belum biasa ditangani ). dengan pengadukan, air dapat mendapat tambahan zat asam, atau tercampurnya air asin serta air tawar. pengadukan dapat memakai mesin pengaduk, mesin perahu tempel, atau kincir angin.

c ) menambahkan bahan kimia ( belum biasa ditangani ). kekurangan zat asam, dapat ditambah dengan kalium permanganat ( pk/kmno4 ). takaran 5-10 ppm ( 5-10 gram/1 ton air ), masih belum bisa membunuh udang. kapur bakar sebanyak 200 kg/ha dapat juga buat menangani o2.

d ) menambahkan volume air. seandainya suhu air tinggi, menambahkan jumlah volume air dapat dikurangi. perlu diberi pelindung.

e ) menghentikan pemupukan serta pemberian pakan. pemupukan serta pemberian pakan dihentikan apabila udang tampak menderita serta tambak di dalam kondisi jelek.

f ) singkirkan ikan serta ganggang yang mati memakai alat penyerok.

g ) menambahkan pemberian pakan. udang diberi tambahan pakan apabila perlihatkan tanda-tanda kekurangan makan, sampai perubahan makanan alami normal kembali.

perbaikan teknis yang diperlukan :

a )perbaikan saluran irigasi tambak buat sangat mungkin petakan-petakan tambak memperoleh air yang cukup mutu serta dan kuantitasnya, selama hidup pemeliharaan.

b ) pompanisasi, untuk tambak-tambak di area yang perbedaan pakai surutnya rendah ( kurang dari 1 m ), yang setiap waktu diperlukan pergantian air ke di dalam atau keluar tambak.

c ) perbaikan konstruksi tambak, yang meliputi konstruksi tanggul, pintu air saringan masuk ke di dalam tambak agar tambak tidak mudah bocor, serta tanggul tidak longsor.

d ) perbaikan manajemen budidaya yang meliputi : langkah pemupukan, padat penebaran yang maksimal, pemberian pakan, langkah pengelolaan air serta langkah pemantauan terhadap perubahan serta kesehatan udang.

p a n e n

udang yang siap panen yakni udang yang telah berumur 5-6 bln. waktu pemeliharaan. dengan syarat mutu yang baik, yaitu :
1 ) ukurannya besar
2 ) kulitnya keras, bersih, licin, bersinar serta badan tidak cacat
3 ) masih di dalam keadaan hidup serta segar.

penangkapan

penangkapan sebagian

a. memakai prayang, yang terbuat dari bambu, yang terdiri dari dua bagian, yaitu kere lantas pengarah serta perangkap berbentuk jantung lantas area jebakan. prayang dipasang tepidi tepi tambak, dengan kerenya melintang tegak lurus pematang serta perangkapnya ada di ujung kere. pemasangan prayang ditangani malam hari pada waktu ada pakai besar serta di atasnya diberi lampu buat menarik perhatian udang. lubang prayang dibikin 4 cm, sampai yang terjerat hanya udang besar saja. pada lubang mulut dipasang tali nilon atau kawat yang melintang dengan jarak masing-masing kurang lebih 4 cm.

b. memakai jala lempar. penangkapan ditangani malam hari. air tambak dikurangi sebagian buat meringankan penangkapan. penangkapan ditangani dengan masuk ke di dalam tambak. penangkapan dengan jala dapat dikerjakan apabila ukuran udang di dalam tambak tersebut seragam.

c. memakai tangan kosong. ditangani pada siang hari, lantaran udang biasanya berdiam diri di dalam lumpur.

2. penangkapan total

a. penangkapan total dapat dikerjakan mengeringkan tambak.
pengeringan tambak dapat dikerjakan dengan pompa air atau apabila tidak
ada kudu mencermati pakai surut air laut. malam/dini hari
menyongsong penangkapan, air dikeluarkan dari petak tambak perlahanlahan
waktu air surut. pada tambak semi intensif, air disurutkan sampai
caren, sampai kedalaman air 10-20 cm.

b. memakai seser besar yang mulutnya direndam di lumpur
basic tambak/caren, lantas didorong sambil mengangkatnya jika
diperkirakan sudah banyak udang yang masuk di dalam seser. serta langkah
tersebut ditangani berulang-ulang.

c. memakai jala, biasanya ditangani banyak orang.

d. memakai kerei atau jaring yang lebarnya sesuai dengan
lebar caren. lumpur basic area udang bersembunyi didorong beramairamai
oleh sebagian orang yang memegangi kerei atau jaring itu, menuju
ke depan pintu air. di depan pintu air udang dicegat dengan kerei selainnya.
udang terkumpul di kubangan dekat pintu ai, sampai dengan mudah
ditangkap.

e. dengan meletakkan jaring penadah yang cukup luas atau panjang di
saluran pembuangan air. pintu air dibuka serta diatur agar air mengalir
perlaha-lahan, sampai udang sedikit tertinggal bersembunyi
di dalam lumpur. udang akan keluar bersamaan air serta tertadah di dalam jaring
yang terpasang serta dengan mudah ditangkapi dengan seser.

f. memakai jaring ( trawl ) listrik. jaring ini berbentuk dua buah
kerucut. badan kantung mempunyai bukaan persegi panjang. mulut
kantung yang di bawah di pakai pemberat agar dapat tenggelam di
lumpur. bagian atas mulut jaring diberi pelampung agar mengambang di
permukaan air. bagian bibir bawah mulut jaring dipasang kawat yang
dapat dialiri listrik berkekuatan 3-12 volt. listrik yang mengaliri kawat di
basic mulut jaring akan mengejutkan udang yang terkena, lantas udang
akan meloncat serta masuk ke di dalam jaring.

pembersihan

udang yang telah ditangkap dikumpulkan serta dibersihkan sampai bersih. lalu udang ditimbang serta dipilih menurut mutu ukuran yang sama serta tidak cacat.

Penelusuran yang terkait dengan cara berternak udang windu adalah : cara ternak udang windu, makalah ternak udang windu, jual udang windu, mencari udang windu, agraris udang windu. budidaya udang galah, penternakan udang galah, cara budidaya udang windu, , buku cara berternak udang windu, CD cara berternak udang windu, cara berternak udang windu di indonesia, cara berternak udang windu yang benar, cara berternak udang windu di tambak, cara berternak udang windu di kolam, cara berternak udang windu di pesisir, cara berternak udang windu di keramba.

CARA BUDIDAYA IKAN MAS

CARA BUDIDAYA IKAN MAS

Ikan mas adalah jenis ikan yang bisa dimanfaatkan untuk berbagai usaha. Seperti untuk bisnis masakan hingga budidaya. Itu juga dikarenakan ikan mas yang mempunyai cita rasa yang tinggi sehingga disukai konsumen. Ikan mas memiliki tingkat pertumbuhan yang cepat sehingga baik untuk dibudidayakan. Blogiztic akan membahas tentang budidaya ikan mas.

Ikan mas (Cyorinus carpio, L.) merupakan spesies ikan air tawar yang termasuk dalam famili Cyprinidae, sub ordo Cyprinoidea, Ordo Ostariophysi sub kelas Teleostrei. Ikan Mas sudah lama dibudidayakandan terdomestikasi dengan baik di dunia. Diantara jenis ikan air tawar ikan mas merupakan ikan yang paling populer di masyarakat. Selain dikenal dengan nama ikan mas, ikan ini dikenal dengan nama dengan nama Ikan Karper ataupun ikan tombro. Kini telah banyak dikenal ras persilangan ikan mas antara lain Ikan Mas Merah, Si Nyonya, Taiwan, Majalaya, Kaca, Kumpai dan lain-lain.

Cara Berternak Ikan Mas

Persyaratan Budi Daya Ikan Mas
Di alam aslinya ikan mas hidup di perairan sungai, danau maupun genangan air lainnya yang berada pada ketinggian 150-600m dpl, dengan suhu air berkisar 20 derajat sampai 25 derajat celcius. Ikan mas termasuk hewan Omnnivora atau pemakan segala sehingga di alam makanan Ikan mas berupa daun-daunan, lumut, serangga, cacing dan lain sebagainya. Pada model budidaya ikan mas lingkungan pemeliharaan dibuat menyerupai alam aslinya.

Model budidaya ikan mas bisa dipelihara dalam Kantong Jaring Apung, Kolam air deras, kolam tanah, kolam beton dan lain-lain tergantung ketersediaan lokasi. Makanan dalam budidaya ikan mas juga bermacam-macam mulai dari pemberian pakan alami sampai pemberian pelet buatan pabrik. Yang perlu diperhatikan adalah kualitas air pada media untuk budidaya ikan mas seperti PH air yang harus berada pada kisaran 7-8, kandungan oksigen terlarut yang cukup dan bebas dari kandungan zat kimia berbahaya.

Cara Berternak Ikan Mas

Model Budi Daya Ikan Mas
Peluang usaha budidaya ikan mas dapat dipilih sesuai kondisi dan keinginan. Ada beberapa peluang usaha dalam budidaya ikan mas ini yaitu pembibitan dan pembesaran ikan mas untuk keperluan konsumsi.

Usaha Pembibitan Ikan Mas
Pembibitan ikan mas memiliki prospek yang cukup cerah, karena perputaran modal yang cukup cepat. Penyediaan bibit ikan mas dimulai dari burayak ikan mas baru saja menetas, burayak usia sekitar satu bulan, burayak usia dua bulan. Pada setiap usia ikan mas memiliki potensi ekonomi.

Persiapan induk Ikan Mas
Induk ikan mas yang akan dipijahkan dipelihara di kolam khusus secara terpisah antara jantan dan betina. Pakan yang diberikan berupa pellet dengan kandungan protein 25%. Dosis pemberian pakan ikan mas sebanyak 3% per bobot biomas per hari. Pakan tersebut diberikan 3 kali/hari. Ikan Mas betina yang diseleksi sudah dapat dipijahkan setelah berumur 1,5 – 2 tahun dengan bobot >2 kg. Sedangkan induk jantan berumur 8 bulan dengan bobot > 0,5 kg. Untuk membedakan jantan dan betina dapat dilakukan dengan jalan mengurut perut kearah ekor. Jika keluar cairan putih dari lubang kelamin, maka ikan mas tersebut jantan.
carabeternak.com